Larangan Memakai Parfum ketika Berihram

Ibadah haji harus dikerjakan dengan baik. Pasalnya, ada beberapa larangan yang harus kamu perhatikan saat melakukan ibadah haji. Salah satu larangan yang dimaksud adalah larangan memakai parfum ketika berihram.

Memahami Larangan Pemakaian Parfum saat Berihram

Pada dasarnya larangan memakai parfum ketika berihram sudah dijelaskan dengan jelas dalam agama islam. Untuk itu, sebagai umat islam harus memahami larangan tersebut agar ibadah haji yang dilakukan tidak sia-sia semata.

Beberapa larangan saat berihram

Pada dasarnya, pada saat melakukan ihram ada beberapa larangan yang harus diperhatikan. Hal tersebut tidak boleh disepelekan karena bisa berujung pada DAM atau denda. Selain itu, kesempurnaan ibadahmu juga menjadi dipertanyakan.

Beberapa larangan untuk pria antara lain:

  • Tidak diperkenankan menggunakan pakaian yang dijahit. Larangan ini spesifik membahas larangan penggunaan baju dan celana yang dijahit selayakanya pakaian yang biasa dikenakan.
  • Larangan mengenakan penutup kepala. Penutup kepala tersebut meliputi peci dan bahkan sorban yang sering dikenakan oleh umat Islam.
  • Larangan mengenakan kaos kaki. Hal ini lebih spesifik dikarenakan kaos kaki dan sepatu yang rapat akan membuat kaki tidak terlihat.

Beberapa larangan untuk perempuan antara lain:

  • Tidak diperbolehkan menutup wajah meski menggunakan cadar. Hal tersebut berlaku pada kondisi umum. Jika ada kondisi darurat, tentunya hal ini bisa ditoleransi.
  • Tidak diperbolehkan mengenakan sarung tangan. Untuk hal ini sudah disepakati oleh para ulama. Tidak diperbolehkan juga mengenakan sarung tangan dengan alasan apa pun seperti mencegah kulit hitam atau terkena kotoran.

Larangan secara umum:

  • Tidak diperbolehkan menggunakan wewangian seperti parfum atau apa saja yang wangi.
  • Tidak diperbolehkan melamar, menikah, atau menikahkan seseorang.
  • Tidak diperbolehkan menyakiti atau membunuh binatang buruan darat pada wilayah Tanah Haram.
  • Tidak diperbolehkan untuk memotong dan memangkas rambut yang ada di tubuh.
  • Tidak diperbolehkan melampiaskan hawa nafsu termasuk bersetubuh meski dengan pasangan yang sah.
  • Tidak diperbolehkan memotong kuku tangan dan kaki.
  • Tidak diperbolehkan merusak tanaman dan pepohonan di Tanah Haram.
  • Tidak diperbolehkan menggunakan minyak rambut meski tidak berbau sama sekali.

Hukum menggunakan parfum saat berihram

Jika kita mengacu dengan beberapa larangan di atas, tentunya kamu sudah memahami bahwa memakai pargum sangatlah dilarang. Hal tersebut bukanlah perkara main-main karena berkaitan dengan diterimanya alamalan saat berhaji.

Jika kamu melanggar peraturan tersebut, tentunya kamu akan mendapatkan DAM atau denda. Permasalahannya bukanlah disitu, jika kamu melanggarnya tentunya akan membuat amalan haji dipertanyakan apakah diterima atau tidak.

Mengenai permasalahan parfum tersebut, sebaiknya kamu harus berhati-hati. Sudah sepantasnya kamu memperhatikan perintah Allah SWT tersebut agar ibadah hajinya diterima dengan sempurna. Tidak ada salahnya menahan diri sebentar agar amalan bisa diterima dengan baik.

Hikmah yang bisa diambil

Allah SWT sendiri selalu memerintahkan seseorang dengan perintah yang berguna dan tidak memberatkan hambanya. Terkait permasalahan parfum ini, tentunya ada hikmah dibalik itu semua.

Parfum sendiri dikenakan agar orang yang mengenakannya menjadi wangi. Tentunya yang mencium aroma tersebut tidak hanya pemakainya, melainkan orang lain disekitarnya. Hal inilah yang nantinya berkaitan dengan fokus dan konsentrasi orang di sekitar saat beribadah.

Alasan yang pertama mengenai parfum ini adalah karena wanginya bisa jadi membangkitkan hawa nafsu lawan jenis. Hal ini tentunya merugikan orang lain. Untuk itu, sudah sepantasnya sesama manusia saling mendukung agar hajinya bisa mabrur.

Alasan yang kedua adalah bau parfum bisa membuat orang terganggu. Pasalnya, tidak semua orang menyukai aroma parfum. Selera wewangian setiap orang dari seluruh penjuru dunia juga sangat berbeda. Untuk itu, janganlah gunakan parfum pada saat berihram.

Hal yang harus diperhatikan

Pada dasarnya mengenakan wewangian saat beribadah tentunya diperbolehkan. Akan tetapi, dalam bab berihram ini justru dilarang. Hal tersebut tentunya terjadi karena ada alasan yang jelas dan logis beserta dengan hikmah yang rasional untuk dipahami oleh manusia.

Mematuhi perintah Allah SWT sendiri sudah sepantasnya untuk dilakukan. Untuk itu, jangan pernah ragu dan mempertanyakan sesuatu yang sudah jelas. Hal yang perlu kamu lakukan adalah mengikuti aturan dan berusaha beribadah dengan khusyuk agar amalannya bisa diterima.

Jika kamu merasa kesulitan dengan persyaratan yang ada, itu mungkin karena kamu belum meluruskan niat saja. Niatkanlah ibadah ini karena Allah SWT dan mohonlah karunianya supaya bisa beribadah dengan lancar.

Kesimpulan

Memakai parfum saat berihram sangatlah mutlak dilarang. Untuk itu, kamu jangan pernah mengakali atau mencoba melanggar aturan tersebut. Jika kamu melanggar, kamu akan dikenai dengan atau DAM. Selain itu, ibadahmu juga diragukan apakah diterima atau tidak.

Pada dasarnya sudah sepantasnya manusia sebagai hamba Allah SWT mematuhi segala perintahnya. Tidak memakai parfum saat berihram merupakan salah satu bentuk rasa patuh terhadap Allah SWT. Lagi pula, kamu masih bisa memakainya di lain hari.

Demikianlah artikel singkat, padat, dan jelas mengenai larangan memakai parfum ketika berihram. Semoga artikel ini bisa membantumu memahami hal apa saja yang harus dilakukan saat berihram di tanah suci.

Dan untuk mengetahui Biaya Haji Plus, kamu bisa tanyakan ke biro perjalanan haji dan umroh. Sehingga kamu bisa mempersiapkan budget untuk berangkat haji.